Sederet Duet Bomber Maut yang Tersohor di Era ’90-an, Ada Dwight Yorke dan Andy Cole

http://internet-majstor.info/wp-content/uploads/2020/06/EGv-oCcWwAExaZS.jpg

 AGEN BOLA ONLINEHampir setiap klub punya duet striker yang bisa diandalkan dalam urusan mencetak gol. Terkadang, kerja sama antara kedua penyerang ini bertahan selama lebih dari satu musim.

Lionel Messi dan Luis Suarez merupakan bentuk kombinasi penyerang yang mematikan. Pada musim 2015/16, Barcelona bisa mendapatkan total 100 gol di semua kompetisi hanya dari aksi kedua pemain ini saja.

Itu di zaman sekarang. Bagaimana dengan masa lampau? Seperti yang diketahui, cabang olahraga sepak bola tidak pernah berhenti menghasilkan striker-striker yang luar biasa dengan torehan gol menakjubkan.

Berikut Bola.net menghimpun beberapa kombinasi striker yang tersohor pada era 90-an. Bolaneters tinggal melakukan scroll ke bawah untuk mengetahui informasi selengkapnya.

Musim 1994/95 akan selalu terkenang di benak penggemar Blackburn Rovers. Bagaimana tidak, klub Inggris tersebut berhasil ‘mencuri’ trofi Premier League dari klub-klub besar seperti Manchester United dan Arsenal.

Sang pelatih, Kenny Dalglish, merupakan sosok yang pantas untuk mendapatkan pujian atas pencapaian itu. Namun eks Liverpool itu juga patut berterimakasih kepada Alan Shearer dan Chris Sutton yang senantiasa mempersembahkan gol.

Blackburn menyudahi musim 1994/95 ndengan total torehan 80 gol dari 42 pertandingan yang dimainkan. 49 di antaranya dihasilkan oleh Sutton, yang mencetak 15 gol, dan Shearer sebanyak 34 gol.

BACA JUGA : Tak Sempat Bermain di Tim MU Asuhan Sir Alex Ferguson, Wilfried Zaha Merasa Hancur

Dwight Yorke dan Andy Cole baru disatukan oleh Manchester United pada tahun 1998. Sayangnya, kombinasi ini bertahan sampai tahun 2001 saja karena Andy Cole harus pindah ke Blackburn Rovers.

Yorke dan Cole saling bahu-membahu dalam laga final Liga Champions tahun 1999. Mereka turut memiliki andil dalam kemenangan Manchester United kendati dua gol penting dicetak oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer.

Karir Andy Cole di Manchester United berlangsung lebih panjang dengan torehan 93 gol dari 195 penampilan dalam ajang Liga Champions. Sementara Yorke, yang bertahan empat musim, menghasilkan 48 gol dari 96 laga.

Sosok trequartista dalam skuat Juventus pernah berganti dari Roberto Baggio ke Alessandro Del Piero. Namun soal bomber di depan trequartista sudah hampir pasti dipegang Fabrizio Ravanelli dan Gianluca Vialli.

Keduanya sama-sama datang pada tahun 1992, dan pergi di tahun 1996. Ravanelli dan Vialli juga menyumbang lima trofi dari berbagai ajang, termasuk Liga Champions yang diraih pada musim 1995/96.

Ravanelli hengkang dengan meninggalkan torehan 69 gol dari 159 penampilan di semua ajang untuk Juventus. Sementara Vialli menyumbangkan total 53 gol dari 145 pertandingan.

Keganasan trio Belanda di akhir tahun 80′-an ke 90′-an selalu menjadi perbincangan banyak penikmat sepak bola, terlebih fans AC Milan. Trio tersebut adalah Ruud Gullit, Marco Van Basten, dan Frank Rijkaard.

Rijkaard kerap ditempatkan sebagai gelandang dalam formasi 4-4-2 yang diusung oleh Arrigo Sacchi. Sementara dua posisi striker sudah hampir pasti jadi milik Gullit dan Van Basten, seperti yang terlihat dalam laga final Liga Champions 1990.

Duet ini hanya bertahan sampai tahun 1993 seiring dengan cederanya Van Basten dan kepergian Gullit ke Sampdoria. Sejak tahun 1987, keduanya menghasilkan total 128 gol untuk Rossoneri.